Rabu, 15 Januari 2014

Teknik Pemesinan

CARA MEMBUBUT ALUR DALAM    
 1. pemasangan benda kerja
Benda yang akan dibuat ulur dalam pertama-tama harus dibubut dahulu dan berukuran sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan, pemasangan pada mesin bubut dapat di jepit pada cekam atau di antara dua senter, pada batas alur harus di buat dahulu suatu ukuran alur yang dalamnya sama dengan dalam alur yang akan di buat.   
 2.Pemasangan pahat alur
Pahat yang dipakai adalah pahat alur dalam,jika alur yang dibuat alur  dalam, maka sudut pemotongan pahat harus di asah 55, untuk memeriksa besar sudut ini kita pakai pengukur alur, letak pahat di atur setinggi senter dan ke dudukan kedua sisi mata pemotongannya harus sama terhadap benda kerja,untuk memeriksa kedudukan tersebut kita pakai pengkur alur,
Caranya ialah:
 pengukur kita pegang dengan tangan kiri dan tempatkan pada benda kerja atau poros kepala lepas, eretan lintang kita putar dengan tangan, kanan hingga ujung pemotong pahat masuk pada alur pengukur,selanjutnya kita atur kedudukan pahat itu sehingga sesuai dengan alur tadi, kemudian baut pengikat rumah-rumah pahat kita keraskan. 
  3.Memeriksa pengaturan bubut alur
Diwaktu membubut alur putaran mesin harus di ataur dengan kerja ganda, pada mesin yang modern pengaturan kecepatan dalam membuat alur ini sudah tercantum pada daftar yang terpasang pada mesin itu, dalam hal ini kita tinggal mengatur kedudukan batang-batang pengatur(handle) sesuai  dengan kedudukannya.
  4.Memeriksa putaran mesin
1.Aturlah putaran mesin dengan kerja ganda misalnya pada 44 putaran tiap menit
2.Jalankan mesin kemudian tekan batang penggerak manual untuk menggerakkan eretan.
3.Setelah pahat bergerak, matikan mesin, batang penggerak manual alur tidak diangkat.
4. Jalankan lagi mesin itu, saat cekam atau pembawa  mulai berputar hitunglah putarannya dengan berpedoman pada garis yang dibuat.
5. Jika sudah berputar 10 kali, angkatlah batang penggerak manual itu dan matikan mesin.
6. Ambillah jangka sorong dan periksa jarak alur yang di tentukan. 
  5.Memeriksa kedudukan pahat alur
Untuk menghindari patahnya ujung pahat pada taraf mendekati penyelesaian, penambahan penyayatan itu hanya di lakukan oleh eretan lintang saja dengan sanyatan yang tipis, sedangkan pada tingkat penyelesaian penyayatan pahat harus diulah beberapa kali tanpa penambahan pemakanan.
Terahir jalankan mesin dan lakukan perlahan-lahan penyatan hingga selesai dan sampai tujuan ukuran yang di inginkan.

0 komentar:

Posting Komentar